Mari Bersama - sama Mewujudkan Desa Abuan yang Aman, Berbudaya, Unggul, Asri dan Nyaman Menuju Masyarakat Mandiri Sejahtera Sesuai dengan Visi Desa Abuan 2020 - 2025 Visi Desa Abuan 2020 - 2025

Artikel

Sejarah Desa

09 September 2018 09:38:09  Administrator  507 Kali Dibaca 

         Menurut sumber yang dapat dipercaya sejarah Desa Abuan dahulu kala merupakan sebuah hutan belantara, dimana kehidupan masyarakat pada jaman dahulu masih primitif. Di dalam hutan konon hidup seorang Pendeta wanita yang melakukan yoga semedhi. Dengan kekuatan batin yang sangat tinggi beliau bersemedhi hingga suatu ketika timbul sinar suci yang membakar hutan disekitar tempat beliau bersemedhi, sehingga tempat yang tadinya merupakan hutan belantara berubah menjadi tempat yang dipenuhi dengan abu-abu bekas terbakarnya hutan. Lama kelamaan tempat ini menjadi tempat yang sangat subur, berkat kesuburan tanah ini datanglah orang – orang untuk  bercocok tanam dan menetap di tempat ini.

        Tanah yang tadinya tertimbun abu-abu ini dipelihara dan diolah untuk dijadikan lahan pertanian. Karena kesuburan tanah ditempat ini sangat subur sekali segala yang ditanam menjadi tumbuh dengan baik dan para petani dapat menikmati hasil pertaniannya berlimpah ruah. Oleh karena itu orang – orang pada zaman itu masyarakat yang menetap ditempat ini dan masyarakat disekitarnya menyebut tempat/tanah ini tanah abu-an, lama kelamaan sebutan abu-an ini berubah menjadi Abuan dan sekarang kita kenal dengan sebutan Desa Abuan. Untuk memperingati atau sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa terhadap kesuburan tanah yang telah memberikan kehidupan masyarakat yang mendiami tempat ini didirikankanlah sebuah pelinggih pada tempat persemedian Pendeta Wanita itu yang sekarang kita kenal dengan Pura Manik Geni, yang letaknya ditengah tengah Desa Abuan yaitu diantara Bale Br. Adat Abuan dan Kantor Perbekel Desa Abuan. Karena  berita kesuburan tanah ini sudah tersebar yang menyebabkan orang orang berdatangan dan berdiam disekitar wilayah ini dan kehidupannya membentuk kelompok kelompok  yang tujuannya ingin menikmati kesuburan tanah di Desa Abuan, dan masing masing kelompok mempunyai sebutan wilayah yang yang kita kenal dengan sebutan Banjar. 

Adapun banjar – banjar yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Banjar Abuan
  2. Banjar Sala
  3. Banjar Serokadan

Dari ketiga banjar tersebut sekarang lazim disebut Br. Adat dan Br. Dinas,  dan khusus Br. Dinas Abuan sudah dimekarkan menjadi 2 (dua) yaitu Br. Dinas Abuan Kangin dan Br. Dinas Abuan Kauh. Masing masing Br. Dinas dipimpin oleh kelian Br. Dinas dan secara Adat dipimpin oleh seorang Kelian Adat.

Demikian cerita yang diberikan oleh para tokoh masyarakat yang ada, mengenai keberadaan wilayah Desa Abuan.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Info Media Sosial

Peta Desa

Aparatur Desa

Back Next

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Penduduk

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:46
    Kemarin:170
    Total Pengunjung:37.770
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.227.235.216
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

09 September 2018 | 507 Kali
Sejarah Desa
26 Agustus 2016 | 388 Kali
Wilayah Desa
02 Januari 2019 | 372 Kali
Pemerintah Desa
02 Januari 2020 | 352 Kali
Visi dan Misi Desa Abuan Tahun 2020 - 2025
24 Agustus 2018 | 345 Kali
Data Desa
30 Juni 2021 | 213 Kali
MUSYAWARAH DESA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA TAHUN 2022
09 November 2020 | 202 Kali
PERATURAN DESA ABUAN NOMOR 08 TAHUN 2020 TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA