Abuan, 30 Juli 2026 Pemerintah Desa Abuan kembali melaksanakan kegiatan Pengasuhan Bersama Bina Keluarga Balita (BKB) yang memasuki hari kedua, bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Abuan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari UPTD Puskesmas Susut II yang memberikan edukasi kepada para ibu balita mengenai pentingnya pemberian ASI dan MP-ASI yang tepat sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pada hari kedua ini, peserta mendapatkan materi yang disampaikan secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Materi pertama membahas mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Narasumber menjelaskan bahwa ASI tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga mengandung antibodi yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko infeksi dan alergi, serta mendukung perkembangan otak, penglihatan, dan kemampuan berbicara anak. Selain manfaat bagi bayi, pemberian ASI juga memberikan dampak positif bagi ibu, seperti membantu mempercepat pemulihan setelah melahirkan, mengurangi risiko perdarahan, membantu mengecilkan rahim, menjarangkan kehamilan melalui metode amenore laktasi, serta menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik perawatan payudara, kebersihan puting susu, serta cara penyimpanan ASI yang benar agar kualitasnya tetap terjaga.
Materi selanjutnya membahas tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang diberikan mulai usia 6 bulan, sementara pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih. Narasumber menjelaskan pentingnya memberikan MP-ASI yang memenuhi prinsip bergizi seimbang, aman, higienis, serta sesuai tekstur dan jumlah berdasarkan usia bayi. Orang tua dianjurkan mengenalkan berbagai jenis bahan makanan secara bertahap, dimulai dari makanan yang mudah dicerna seperti bubur dengan bahan utama beras yang memiliki risiko alergi rendah, kemudian ditambah lauk hewani, sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman bahwa MP-ASI terbaik adalah makanan yang dibuat sendiri di rumah dengan bahan segar, bukan semata-mata produk pabrikan, serta penting memperhatikan kualitas makanan, bukan hanya jumlah yang diberikan.
Dalam sesi diskusi, narasumber juga meluruskan beberapa kesalahpahaman yang masih sering dijumpai di masyarakat, seperti anggapan bahwa bayi tidak lagi memerlukan ASI setelah berusia enam bulan atau bahwa MP-ASI dapat diberikan sejak bayi baru lahir. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua sehingga dapat menerapkan pola pemberian makan yang benar sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan Pengasuhan Bersama Bina Keluarga Balita ini, Pemerintah Desa Abuan bersama UPTD Puskesmas Susut II berharap para orang tua semakin memahami pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas pertumbuhan anak. Dengan pengetahuan yang baik mengenai pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, serta pola pengasuhan yang positif, diharapkan dapat terwujud generasi Desa Abuan yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.